Pedagang Ikan Pasar Meureudu Minta Disperindagkop Pijay Bangun Pasar Sementara
HARIAN PIDIE JAYA | MEUREUDU — Pedagang ikan di pasar Tradisional Kota Meureudu, Pidie Jaya mengharapkan pemerintah untuk memperhatikan nasib mereka. Pasalnya, pasca gempa bumi Pidie Jaya 7 Desember 2016 lalu, pemerintah seolah abai terhadap mereka.
Hal tersebut disampaikan salah seorang pedagang ikan, M. Yacob (49) kepada Kabarpidiejaya.com, Kamis (3/8/2017).
Menurutnya, selama ini tidak ada perhatian serius dari pemerintah kepada para pedagang ikan di pasar Tradisional Kota Meureudu. Sehingga, para pedangang tersebut harus berjualan di tanah orang lain.
“Misalnya pemilik tanah ini tidak membolehkan kami berjualan, kami bisa bilang apa. Olehnya, kami berharap pemerintah serius melihat kami, setidaknya membangun pasar sementara untuk kami berjualanlah,” ujarnya kepada Kabarpidiejaya.com.
Hal senada juga diungkapkan Suhardani, (50). Menurutnya, jika saban hari para pedagang ikan tersebut harus membayar retribusi sebesar Rp 5000 ribu, pemerintah juga harus memberikan fasilitas kepada mereka.
“Setidaknya, bangunlah fasilitas yang memadai untuk kami berjualan,” ujar dia.
Sementara itu, Anggota DPRK Pidie Jaya, Nazaruddin Ismail dalam menanggapi masalah tersebut mengatakan, ia akan siap menerima perwakilan para pedagang ikan untuk melakukan audiensi dengan pemerintah dan mencari solusi terbaik.
No comments